Aku Menikahi Pria yang Pernah Dipenjara Selama 8 Tahun! Begitu Tahu “Ini”, Aku Pun Menangis!

Posted on

Namaku Naomi. Aku tinggal bersama ibuku karena ayahku sudah meninggal karena kecelakaan mobil saat aku masih kecil. Ibuku berjuang seorang diri demi membesarkanku hingga aku berhasil lulus kuliah.

Saat itu ibuku belum terlalu tua namun dia sering sekali melupakan sesuatu hingga pada akhirnya aku merasa cemas dan membawanya ke dokter. Setelah diperiksa ternyata ibuku menderita penyakit dementia.

Sedih sekali rasanya hatiku ini mendengar perkataan dokter. Tapi untungnya penyakit ibuku ini tidak terlalu parah, dokter menyuruhku untuk membawanya pulang. Aku berkata pada ibu kalau aku akan keluar dari pekerjaanku dan menjaganya saja di desa.

Tapi ibu menyuruhku untuk tetap kembali bekerja di kota. Sekarang mencari pekerjaan tidaklah mudah, jadi aku harus mensyukuri pekerjaan ini. Akhirnya aku kembali ke kota dengan hati yang berat.

Setiap hari aku menelpon ibu untuk menanyakan kabarnya. Aku ingin membawa ibuku ke kota dan tinggal bersamaku, jadi aku bekerja dengan giat demi mewujudkan cita-citaku ini. Namun nasib berkata lain, suatu hari aku mendapatkan sebuah telepon yang membuatku terkejut.

Saudaraku yang berada di kampung memberitahu kalau kondisi ibu memburuk dan aku harus segera pulang. Aku tak kuasa menahan tangis dan berlari pulang ke rumah. Pikiranku sangat kacau dan rasanya ingin segera sampai di rumah.

Sejak saat itu aku memutuskan untuk meninggalkan pekerjaanku di kota. Aku bekerja pada saudaraku yang memiliki ladang di desa sehingga aku lebih bisa menjaga ibu dengan baik.

Kini umurku sudah menginjak kepala tiga. Saudaraku mulai cemas karena aku belum memiliki kekasih hati. Mereka membantuku untuk mengenalkanku pada pria-pria yang dianggap baik, tapi pria-pria itu menolakku karena kondisi ibuku.

Aku merasa ibuku jauh lebih penting daripada pria-pria tersebut. Maka dari itu aku tidak terlalu mengambil hati apa yang mereka katakan untuk menolakku. Lagipula sejujurnya aku belum memikirkan masalah jodoh.

Suatu hari saudaraku kembali mengenalkanku pada seorang pria, rupanya dia masih belum menyerah juga ya ingin melihatku segera menikah. Tapi kali ini saudaraku agak sedikit tidak enak hati karena ternyata pria ini pernah dipenjara selama 8 tahun.

Aku cukup terkejut tapi entah mengapa aku tidak menolak perkenalan ini. Aku bertemu dengan pria itu di sebuah kafe dan memulai perbincangan kami. Saat itu aku merasa kalau dia adalah seorang pria yang baik dan jauh dari kesan menyeramkan.

Singkat cerita setelah bertemu beberapa kali, akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan mengapa ia bisa masuk penjara. Untungnya tanggapan pria itu sangat baik dan tidak tersinggung sama sekali.

Dia menjelaskan kalau sebenarnya ia tidak pernah melakukan kejahatan sama sekali. Ia dipenjara karena menutupi kesalahan yang telah diperbuat oleh teman baiknya. Demi temannya itu dia rela masuk penjara.

Aku sangat sedih mendengar hal ini, mengapa dia begitu baik sampai rela berbuat demikian? Aku pun menitikkan air mataku di depannya. Ia mengusap air mata di pipiku dan tersenyum:”Kamu jangan menangis.”

Setahun kemudian kami memutuskan untuk menikah dan berjanji untuk hidup bahagia. Ibuku juga merestui pernikahan kami dan kami bertiga tinggal bersama. Sekarang rasanya beban hidupku sedikit meringan karena ada pria di sampingku yang dapat kuandalkan.

Aku tidak menyangka akhirnya aku bisa menikah juga dan yang paling tidak kusangka adalah aku mendapatkan seorang pria yang memiliki hati mulia. Dia juga mau mengurus ibuku dan tidak pernah mengeluh. Sungguh bahagianya hatiku saat ini.

Sumber : lovemoney

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *