Aku Membawa Putraku ke Taman Hiburan, Siapa Sangka “1 Kalimat” yang Dia Ucapkan di Sana Membuatku Langsung Menggugat Cerai Suamiku!

Posted on

Aku dan suamiku sudah menikah sekitar tujuh tahun. Sejak awal menikah, hubungan kami selalu dalam keadaan harmonis. Karena tinggal terpisah dengan orang tua, jadi kami juga tidak pernah dihadapkan pada konflik mertua-menantu. Oleh karena itulah aku selalu merasa bahwa aku adalah orang yang paling bahagia di dunia.

Tahun ini putra kami berusia lima tahun. Bisnis suamiku kini sedang mengalami perkembangan pesat, sehingga dia pun disibukkan dengan pekerjaannya. Pada awalnya aku dan suamiku telah berjanji pada putra kami untuk membawanya ke taman hiburan di hari ulang tahunnya kelak. Namun, karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya hanya aku sendiri yang menemaninya ke taman hiburan.

Selesai bermain, aku pun membawa putraku makan ke sebuah restoran cepat saji. Saat tengah makan, tiba-tiba saja putraku menunjuk seorang wanita yang dia kenali sebagai rekan bisnis suamiku. Putraku mengatakan bahwa dirinya bahkan pernah diajak berkunjung ke rumah wanita itu dan wanita itu bahkan memberinya permen.

Mendengar itu, seketika langsung muncul kecurigaan di dalam hatiku. Namun, aku berusaha untuk tetap berpikir positif dan juga berusaha mempercayai bahwa dia adalah benar-benar rekan bisnis suamiku. Setelah pulang, aku pun iseng menelepon suamiku untuk menanyakan keberadaannya. Dia mengatakan bahwa dia sedang menangani urusan bisnis. Tapi, beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja aku mendengar suara wanita di belakangnya.

Demi membuktikan kebenaran, aku memutuskan untuk mengikuti suamiku. Jadi, di hari selanjutnya aku pun diam-diam membuntuti ke mana dia pergi. Bagaikan disambar petir di siang bolong, kecurigaanku pun akhirnya terbukti. Aku melihatnya bermesraan dengan wanita yang disebut putraku sebagai “rekan bisnis” suamiku.

Pada akhirnya aku pun menuntut cerai darinya. Meskipun dia berulang kali meminta aku memaafkannya, namun kepercayaanku padanya sudah runtuh sama sekali. Bagiku, jika sudah pernah berkhianat sekali, maka akan ada pengkhianatan selanjutnya.

 

Sumber: story

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *