Suami Ini Selalu Pulang Malam Dalam Keadaan Mabuk Hingga Membuat Istrinya Pergi Meninggalkan Ia, Tak Disangka 5 Tahun Kemudian Beginilah Nasibnya

Posted on

Kehidupan manusia bagaikan batu, proses yang berbeda membuahkan hasil yang berbeda pula. Batu tidak dapat memilih prosesnya namun manusia bisa menentukan proses kehidupannya sendiri. Begitu juga ketika berumah tangga, setiap hal yang terjadi akan membuat masing-masing kita menjalani proses yang berbeda-beda.

Inilah yang dialami sepasang suami istri, A Cheng dan A Xia. Awalnya mereka hidup terpisah karena A Cheng bekerja sebagai pengrajin batu dan menumpang di tempatnya bekerja. Namun A Xia akhirnya menyusul suaminya dan ikut bekerja di tempat yang sama. Bekerja sebagai pengrajin batu bukanlah keahlian A Xia, tentu ia mengalami kendala dan tidak bisa bekerja secepat pegawai lainnya.

Perkataan dari atasan membuat mereka memutuskan pindah dan membuka usaha mereka sendiri. Walau harus mulai dari 0 dan bersusah payah dulu, suami istri ini dapat melaluinya dengan baik. Usaha yang mereka dirikan makin lama makin berkembang, tapi godaan rumah tangga juga dimulai.

A Cheng sering berkumpul dengan teman-teman pria hingga larut malam dan pulang dalam keadaan mabuk. Padahal A Cheng sudah ditegur oleh ibunya agar tidak mabuk-mabukkan dan terlalu mendengarkan perkataan teman-temannya. Tapi A Cheng tidak menggubris perkataan ibunya, bahkan A Cheng berani melakukan kekerasan rumah tangga ketika ia pulang dalam kondisi mabuk.

A Cheng melakukan hal ini berulang kali sehingga membuat A Xia trauma dan sering mengurung diri setelah mendapat pukulan dari suaminya. Saat mabuk A Cheng memukul A Xia, tapi setelah sadar ia memohon ampun dan berkata tidak akan mengulanginya lagi. Kejadian itu berulang terus dalam pernikahan mereka. Tidak sanggup lagi menghadapi perilaku A Cheng yang semakin hari semakin buruk, A Xia pergi meninggalkan rumah.

Setelah pergi dari rumah tanpa kabar selama 5 tahun, A Xia berpikir ia sudah bisa dipastikan bercerai . A Xia memutuskan membuka lembaran baru dengan mengganti namanya. Kepahitan yang ia alami masih membekas dalam hati namun seseorang memberitahu padanya, pernikahan adalah masalah dua orang, harus dipertahankan bersama. Pernikahan yang gagal juga bukan karena kesalahan salah satu pihak saja.

Suami istri harus berani mengintrospeksi kesalahannya dan memperbaikinya. Orang yang tahu berintrospeksi adalah orang yang benar-benar bijaksana. Mendengar masukan yang bijaksana itu, A Xia memberanikan diri untuk menjenguk keluarganya lagi. Beruntung anaknya mau menerima kembali A Xia dan mengajak A Xia membantu A Cheng kembali. A Xia tidak langsung menerima permintaan anaknya itu tapi ia berpikir dengan keras.

Akhirnya A Xia berhasil menghadapi kepahitan yang selama ini ia pendam dan berusaha mengobatinya sedikit demi sedikit. Begitu juga dengan A Cheng yang mengingat kembali semua kejadian yang telah mereka berdua lalui bersama dan bagaimana ia telah menyakiti hati A Xia. Semuanya kembali menjadi lebih baik lagi karena hati mereka juga telah berubah menjadi lebih baik.

Sumber : Youtube

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *