Sang Anak “Menipu” Ayahnya yang Buta Saat Membeli Mie! Begitu Tahu “Alasan di Baliknya” Bikin Jutaan Orang Menangis!

Posted on

Suatu hari ada seorang anak laki-laki yang masih kecil pergi bersama dengan ayahnya ke sebuah kedai mie. Ayah anak ini buta dan kondisi keuangan mereka juga tidak terlalu bagus.

Anak itu membantu ayahnya untuk duduk kemudian menghampiri pemilik kedai dan sengaja berteriak,”Pesan mie daging sapinya 2 mangkuk ya.” lalu ia melihat ke arah ayahnya. Anak itu sengaja berteriak agar ayahnya mendengar pesanannya.

Setelah ia memastikan kalau ayahnya sudah mendengar, ia pun berbisik pada pedagang mie itu katanya,”Pa, yang satu lagi ganti ke mie polos saja ya.” Anak ini sebenarnya ingin menghemat uang tapi ia tidak ingin membuat ayahnya sedih.

Kemudian pedagang itu mengantarkan pesanan mie ke meja mereka, si pedagang langsung meletakkan mie daging sapi di depan sang ayah dan mie polos di depan anak itu.

Saat hendak makan, sang ayah memberikan potongan daging sapi ke mangkuk anaknya. Dia berharap anaknya bisa makan lebih banyak agar tumbuh sehat. Tapi si anak yang tidak tega kembali meletakan potongan daging sapi ke mangkuk sang ayah.

Sambil memberikan potongan daging sapi itu, sang ayah berkata pada anaknya,”Nak, suatu hari nanti saat kau sudah besar, kamu harus menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.” lalu jawab anak itu,”Baik ayah.”

Si pedagang wanita melihat kejadian itu dan merasa kasihan. Hanya karena ingin menghemat sedikit uang, anak itu mengganti pesanannya tanpa sepengetahuan sang ayah. Akhirnya pedagang wanita itu memutuskan untuk memberi sepiring daging sapi gratis pada mereka.

Setelah diberi anak itu berkata,”Bibi, saya tidak memesan daging sapi ini.” lalu katanya pedagang wanita itu,”Iya, daging sapi ini memang sengaja bibi kasih secara gratis. Silahkan dinikmati.”

Kemudian ayah dan anak itu menikmati mie yang sudah mereka pesan, lalu sang anak memasukan daging sapi yang tidak habis ke dalam kantong kresek dan membawanya pulang.

Saat membereskan meja bekas anak itu, si pedagang wanita melihat ada sejumlah uang yang diselipkan di bawah piring bekas daging sapi tersebut. Ia sangat sedih dan kasihan. Ia berkata pada temannya yang tadi melayani anak itu seharusnya jangan terlalu perhitungan.

Melihat kondisi ayahnya dan uang anak itu yang minim seharusnya daging sapi tetap diberikan saja, toh tidak akan merugi. Jadi si pedagang wanita itu menoyor kepala temannya itu.

Tapi anak itu selalu diajarkan kebaikan oleh sang ayah. Dia tidak mau makan tanpa membayar meskipun uangnya terbatas. Dia tidak mau memanfaatkan keadaannya untuk mengambil keuntungan dari orang lain.

Sumber : 365yg

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *