Karena Harganya Yang Murah, Akhirnya Aku Terpaksa Menyewa Rumah Bekas Dukun Ini! Tak Lama Kemudian, Kejadian Mengerikan Ini Terjadi Padaku!

Posted on

Setelah menikah , seorang pasangan harus bisa berusaha hidup mandiri tanpa membebankan orangtua lagi. Pernikahan menjadi kunci utama bagi pasangan untuk membangun rumah tangga. Tak heran jika banyak pasangan yang berusaha hidup jauh dari orangtua seperti menyewa rumah atau membangun rumah sendiri.

Dan kali ini ada sebuah kisah pasangan muda yang baru menikah dan memilih untuk menyewa rumah karena tak ingin membebankan orangtua dan mertua.

Pasangan muda asal Malaysia ini mengaku telah menemukan rumah sewa dengan harga yang murah. Apalagi pasangan muda ini merupakan pasangan sederhana yang serba kekurangan. Bahkan pernikahan mereka pun digelar dengan sangat sederhana.

Pasangan ini mengaku telah menyewa rumah dengan harga sewa yang cukup terjangkau yakni hanya berkisar RM350 (sekitar Rp 1.143.450) . Namun anehnya, setelah menyewa rumah tersebut banyak sekali cerita – cerita mistis yang dialaminya.

Bahkan para tetangganya mengatakan jika pasangan muda inilah yang menyewa rumah ini dengan waktu yang lumayan lama . Sebab , para penyewa rumah ini sebelumnya tak betah.

Alasannya kenapa banyak penyewa rumah ini tak pernah tinggal dengan wkatu yang cukup lama. Ternyata rumah sewa dengan harga murah ini adalah bekas rumah seorang dukun , bahkan katanya rumah tersebut telah di huni oleh sosok mahluk gaib yang sering mengganggu penghuninya.

Dan kali ini , seorang istri muda yang telah menyewa rumah dukun ini menceritakan kisahnya ke publik. Baginya , pengalaman menyewa rumah dukun ini merupakan pengalaman paling menantang dan menjadi bukti jika dengan kekuatan cinta mereka bisa melewati hal – hal gaib sekalipun.

Begini awal ceritanya :

Dulu sebelum kami menikah, banyak yang bertanya kenapa ingin menikah muda? Apakah selesai sekolah? Sudah Ngebetkah?

Padahal, si calon suami tidak memiliki apa-apa pada waktu itu. Tidak ada mobil, sepeda motor pun tak ada saat kami menikah.

Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Jawabannya sebab saya sudah bertemu seorang pria yang sangat penyabar dengan saya.

Jadi, tidak boleh lepaskan dia kan? Kan! Kan! Kan!

Bayangkan sangking penyabar sang suami, di saat kesulitan saat memberi nafkah lahir, dia pun tidak makan siang sewaktu pertama kali menikah.

Dulu setelah menikah, kita tidur di atas selimut saja.

Tak ada pun keluhan-keluhan meskipun rasanya tidak enak.

Kondisi itu dilalai dalam beberapa bulan, sebab malu juga jika minta tolong ibu dan ayah.

Heran, Kenapa Sewa Rumah Sangat Murah?

Momen yang paling saya ingat, saat kami pindah ke sebuah rumah.

Kami pindah dari rumah lama sebab sewanya mahal dan yang baru ini sangat murah.

Bayangkan RM350 (sekitar Rp 1.143.450) di Kuala Lumpur, harga yang terbilang sangat terjangkau.

Namun rumah itu hanya ada satu kamar saja.

Kami pun heran juga kenapa orang tidak pernah tinggal lama di rumah itu.

Padahal, harga sewanya murah!

Rupanya rumah kami itu adalah bekas rumah dukun.

Jadi bisa sedikit dimengerti, haha! Kemudian tetangga sendiri mengaku rumah itu dihuni oleh ‘sesuatu’.

Pernah ada kejadian ketika saya sedang mengaji, Bang Syammil, sang suami tiba-tiba terjatuh.

Tidak tahulah apakah disebabkan oleh angin atau apa.

Menurut tetangga, ada hantu perempuan selalu menangis di depan rumah saya.

Penghuni rumah yang sebelum ini pun pernah juga mengalaminya, tapi kami tak pernah pula melihat apa-apa.

Sewaktu belajar dulu, saya tinggal di Shah Alam.

Bang Syammil duduk seorang diri. Dia sampai melihat pocong saat duduk sendiri di depan rumah.

Besoknya terus demam. Kasihan Syammil.

Namun, yang bersyukur sudah hampir dua tahun kita tinggal di rumah itu dan tetangga pun bilang kamilah yang paling lama menyewa. Hahaha!

Alhamdulillah sekarang saya sudah bekerja dan kami juga sudah pindah ke rumah lain.

Semoga abang terus sabar melayani, karenah saya yang ‘gila-gila’ ini ya.” tulis ceritanya

 

Sumber : palingseru

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *