Ia Jarang Pulang Karena Sibuk Kerja! Tapi, Pas Pulang, “Kenyataan Pahit” Ini Menyadarkannya!

Posted on

Ada sebuah cinta yang dinamakan cinta nenek untuk cucunya. Ada kepedulian seperti tangan besar menggenggam tangan kecil. Mungkin kita berpikir bahwa cinta itu sangat mudah didapatkan. Namun, waktu terus berlalu, tidak berhenti dan juga tidak menunggu. Ketika tangan besar itu sudah pergi meninggalkan tangan kecil, mungkin mau mengucapkan selamat tinggal saja sudah terlambat.

Ketika orang yang mencintai kita sudah tiada, yang tersisa hanyalah kelembutan dan kenangan yang mendalam. Berikut ini ada sebuah film pendek berjudul “Apakah Anda Masih Ingat?” yang diharapkan bisa membuat para penontonnya tersadar dan ingat untuk pulang ke rumah mengunjungi orang yang selama ini selalu menunggu kita dan selalu mengasihi kita dengan penuh kasih sayang, yaitu orang tua. Mari kita cari tahu ceritanya:

Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Ada seorang anak laki-laki yang sejak kecil tinggal bersama neneknya. Biasanya orang tuanya akan mengunjunginya setiap 2-3 bulan sekali. Orang tuanya jarang mengunjunginya dikarenakan pekerjaan. Oleh karena itu, sejak kecil ia diurus oleh neneknya dan mereka tak pernah terpisahkan.

Tapi, ketika sudah menjadi pria dewasa, ia juga jarang mengunjungi neneknya karena sibuk kerja di kota. Ia hanya mengunjungi neneknya 2-3 bulan sekali.

Teringat dulu ketika ia masih kecil, ia adalah salah satu anak yang sudah lebih dulu memiliki ponsel dibandingkan anak lainnya. Setiap hari ia memegang ponsel ini untuk menunggu telpon dari orang tuanya. Setiap kali nenek melihatnya memegang ponsel, nenek pasti selalu merebutnya dengan alasan yang sama. Neneknya akan berpura-pura mengangkat telpon seolah itu dari ibunya dan sesudah itu, nenek akan berkata bahwa ibunya sebentar lagi akan pulang dan menyuruhnya cepat tidur.

Setiap kali ia menangis, nenek akan selalu memasak makanan yang membuatnya lupa akan tangisnya.

Setiap setelah makan siang, nenek akan menepuk-nepuknya sampai tertidur. Dan pasti nenek selalu ketiduran lebih dahulu.

Sebenarnya, ia tidak suka ke dapur karena dapur itu berminyak. Ia ke dapur hanya untuk mengganggu neneknya sekaligus menemaninya.

Saat sudah dewasa, ia selalu melihat banyak missed calls dari neneknya setiap baru bangun. Bukan ia tidak mau mengangkatnya, hanya saja telepon dari neneknya itu tak akan ada habisnya. Neneknya selalu mengatakan hal yang sama setiap telepon.

Teringat saat pertama kalinya ia pergi meninggalkan rumah nenek untuk bekerja, ia belum pernah melihat neneknya menangis teramat sedih. Hal ini tentu membuat hatinya ikut sedih.

Setelah dewasa, ia menjadi semakin sibuk dan sibuk karena urusan pekerjaan. Bahkan ia juga tidak ada waktu untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Semua ia fokuskan pada pekerjaannya. Pekerjaannya sangat berat. Ia harus berhadapan dengan berbagai macam klien, bos dan rekan kerjanya. Bahkan ia merasa sangat sulit untuk bernafas sebentar saja.

Dia hidup di dunia yang serba sendiri. Mungkin juga karena ia sudah terbiasa hidup dengan neneknya sejak dulu atau mungkin ia hanya ingin hidup sendiri dengan tenang. Tiba-tiba, neneknya menelpon dan bertanya kapan ia mengunjungi neneknya. Lagi-lagi, ia mengatakan belum bisa karena masih sibuk. Pada akhirnya, ia pun memutuskan untuk mengunjungi neneknya.

Sesampainya di rumah neneknya, neneknya sangat bahagia dan langsung masak untuknya. Namun, neneknya lupa masak ikan kesukaannya. Setelah itu, ia langsung bilang pada nenek bahwa ia yang akan memasaknya.

Saat mencoba masakan neneknya, ia terdiam. Ia tidak tahu apakah ia sudah lama tidak makan masakan nenek atau skill memasak nenek menurun. Masakan nenek sudah berbeda. Sama seperti daya ingat nenek yang sudah menurun. Ia menatap neneknya dan berkata, “nenek sudah tua ya..”

Ternyata selama ini, ikan yang ia makan bukanlah ikan biasa. Ikan itu dimasak dengan penuh kesabaran oleh nenek dan penuh cinta. Ia pun sadar, apa yang ia dapatkan selama ini adalah berasal dari pengorbanan nenek.

Kini nenek sudah tiada, perlahan tanpa mengatakan apapun.

Berikut videonya:

Sumber: youtube

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *