Ayahnya Selalu Overprotective Terhadap Anak Perempuannya! Namun Ia Terpaksa Membiarkan Putrinya Menangis Karena “Hal Menyedihkan Ini”!

Posted on

Cinta bisa membuat kita jadi bahagia tapi bisa juga membuat kita sedih. Setiap orang tentunya ingin memiliki kisah cinta yang indah bak di negeri dongeng. Terkadang kita terbuai oleh manisnya cinta sehingga kita begitu terpukul ketika kepahitan cinta mulai datang.

Eugene sudah putus dengan kekasihnya yang masuk dalam anggota militer. Tapi Eugene masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu. Dia selalu berharap kalau suatu hari nanti sang mantan kekasih menghubunginya kembali.

Teman Eugene, Penny berkata kalau hal itu mungkin saja tidak akan pernah terjadi karena sudah semenjak masuk militer sang mantan tidak pernah memberi kabar. Bahkan tidak ada yang tahu dimana keberadaannya sekarang. Tapi Eugene masih terus berharap.

Suatu hari Eugene makan bersama sang ayah dan kakak perempuannya. Tiba-tiba handphone Eugene berdering, ia segera bangun dari kursi meja makan dan mengangkat telepon itu. Ternyata telepon itu dari sang mantan kekasih, dia ingin bertemu dengan Eugene karena ada beberapa barang yang mau ia berikan.

Sang ayah sebenarnya memiliki firasat kalau telepon itu berasal dari mantan kekasih Eugene, tapi ia pura-pura tidak tahu dan bertanya,”Telepon dari siapa?” lalu Eugene menjawab,”Dari teman.” Ayahnya bertanya lagi,”Cewek atau cowok?” kata Eugene,”Cewek.” Tanya ayahnya lagi,”Penny?” jawab Eugene,”Iya Penny.”

Sang ayah kemudian menasihati Eugene agar tidak perlu terburu-buru mencari pacar. Tak lama berselang tiba-tiba handphone Eugene berdering kembali. Eugene segera bangun mengambil sampah dan dengan alasan ingin membuang sampah ia keluar rumah.

Sesampainya di luar dia melihat ada sekantong barang yang disimpan di depan rumahnya, tidak jauh dari situ memang ada mantan kekasihnya yang sudah berjalan pergi. Kemudian Eugene memanggil mantan kekasihnya itu,”Deven! Deven!”

Lalu Deven pun membalikan badannya dan berkata kalau dia hanya ingin mengembalikan barang-barang milik Eugene. Dia tidak ingin menyimpan barang-barang tersebut karena mereka sudah putus. Bahkan sarung tangan pemberian Eugene pun dia kembalikan.

Eugene yang masih tidak rela itu pun terus memanggil Deven untuk kembali sampai-sampai ia membuat gerakan rusa. Akhirnya Deven memeluk Eugene dan berkata kalau semuanya sudah berakhir dan jangan menangis.

Setelah itu Deven berjalan pergi dan tidak menggubris panggilan Eugene. Eugene sangat sedih dan menangis tersedu-sedu. Saat membalikan badan ingin pulang ke rumah, ia melihat ayah dan kakak perempuannya ada di belakangnya dari tadi.

Mereka melihat semua kejadian itu. Sang ayah memeluk Eugene dengan erat dan mengusap kepalanya. Eugene pun berkata,”Pah, saya tidak mau pacaran lagi.” Sang ayah dengan sedihnya memeluk Eugene semakin erat. Kakak perempuannya pun mengusap air mata yang terus mengalir di pipi adiknya itu.

Selama ini sang ayah melarangnya ini dan itu sebenarnya hanya untuk kebaikan anaknya sendiri. Dia tidak ingin hal buruk terjadi pada anaknya, tapi karena anaknya keras kepala dan tidak mau mendengarkan nasihatnya akhirnya dia membiarkan anaknya mengalami dan merasakan sendiri agar tersadarkan.

Sumber : Youtube

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *