“Aku Harus Bayar 400 Juta Baru Diizinkan Menikah”, Beruntung Ayahku Memiliki Ide Unik yang Bikin Semua Orang Tepuk Tangan!

Posted on

Hari pernikahan seharusnya menjadi hari yang bahagia. Namun, siapa sangka sebelum melangsungkan pernikahan dan memulai hidup baru, kedua pasangan ini sudah diberikan tantangan oleh ayah dari pihak wanita.

Zhiwen begitu bersemangat dan tidak sabar untuk menjemput Cuishan. Di perjalanan menuju rumah sang calon istri, Zhiwen sampai berkata,”Istriku, aku datang menjemputmu!” Tapi, begitu sampai Zhiwen mendapati bahwa penata rias sedang mengetuk-ngetuk pintu. Penata rias itu berkata bahwa tadi ada seorang pria yang mengaku ayah dari Cuishan menerobos masuk.

Pria itu lalu mengusir penata rias yang belum selesai mendandani pengantin wanita. Zhiwen pun bingung apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata Cuishan benar-benar disekap oleh ayahnya sendiri. Sang ayah yang sudah lama tidak pulang ke rumah tiba-tiba pulang dan melakukan tindakan seperti ini.

Mengetahui Zhiwen sudah datang ayah mertuanya ini berkata,”Halo menantuku yang baik. Ingin menjemput mempelai wanita bukan? Sudah bawa uang yang aku minta belum? 400 juta! Kurang sedikit saja tidak akan saya izinkan Cuishan keluar dari ruangan ini.

Zhiwen pun terkejut dengan permintaan dari ayah mertuanya ini. Ia lalu meminta sang ayah mertua untuk membuka pintu terlebih dahulu dan membicarakan masalah ini baik-baik. Saudara dari Zhiwen pun meminta agar Cuishan bisa segera dijemput, bagaimanapun juga undangan sudah disebar dan tamu-tamu sudah berdatangan di tempat resepsi.

Ayah mertua nampaknya memang sengaja mengambil kesempatan ini. Berhubung sudah menyebar undangan, untuk menghindari rasa malu, bagaimanapun juga Zhiwen pasti akan memberikan uang tersebut untuk menjemput Cuishan.

Kakak dari Zhiwen pun segera meminta agar ayahnya datang ke lokasi kejadian dan mengambil tindakan. Awalnya ayah dari Zhiwen malah senang karena ayah dari Cuishan akhirnya pulang dan bisa hadir di pernikahan anaknya sendiri, tapi ia tidak menyangka bahwa kepulangannya justru untuk melakukan pemerasan.

Sang ayah akhirnya datang ke rumah Cuishan dan mencoba membujuk besannya itu. Ia meminta agar besannya itu mau membuka pintu terlebih dahulu baru membicarakan soal masalah uang. Zhiwen dan kakaknya pun sudah hilang kesabaran dan hampir saja mendobrak pintu. Namun, tindakan itu dihalangi oleh ayah dari Zhiwen.

Baginya tidak baik membereskan masalah dengan kekerasan. Ia pun mencoba memancing besannya itu agar mau membukakan pintu. Namun, tetap saja besannya ini tidak mau. Ia akhirnya mencoba melakukan diskusi melalui jendela samping dan berkata,”Kita baru pertama kali bertemu, ke depannya kita akan menjadi keluarga. Masa kita berdiskusi seperti ini? Bisa tolong buka jendelanya? Kalau tidak nanti akan jadi lelucon tetangga.”

Ia juga memastikan bahwa dirinya tidak akan merebut Cuishan begitu saja saat jendela ini dibuka. Kemudian besannya ini berkata,”Jika tidak membawa uang sejumlah yang aku minta, jangan harap anakmu jadi menikah hari ini!” Zhiwen pun begitu emosi dengan tindakan dari ayah mertuanya ini.

Kemudian ayah dari Cuishan mengatakan,”Ada satu hal yang belum kamu tahu. Anakmu ini sedang mengandung. Jika tidak cepat-cepat menikah akan jadi bahan tertawaan orang-orang.” Mengetahui hal tersebut besannya malah berkata,”Oh ya bagus, 400 juta beli satu dapat satu kan? Kalau aku kurangi lagi, aku yang rugi dong.”

Zhiwen sudah benar-benar emosi dan kehabisan akal, ia sampai berniat untuk lapor polisi. Namun, lagi-lagi dihentikan oleh ayahnya. Ayahnya berkata,”Kamu ini, kalau sekarang saja sudah ribut-ribut tidak jelas sampai lapor polisi, bagaimana kehidupan rumah tanggamu kelak?”

Ayah kemudian terpikirkan sebuah ide yang cukup unik. Ayah menantang besannya ini untuk berjudi, dan yang kalah harus menuruti apapun perkataan yang menang. Zhiwen pun semakin panik, mengingat ayahnya ini tidak memiliki pengalaman berjudi, berbeda dengan besannya yang sering kali bermain judi hingga ke Macau dan Las Vegas.

Ayah berkata,”Kalau memang dia jago berjudi, tidak mungkin dia sekarang menjadi orang miskin begini. Lagipula, aku tidak percaya kalau 2 insan yang saling mencintai tidak bisa bersama-sama. Aku akan mencoba bertaruh dengannya dan melihat apakah Tuhan akan memberi keberuntungan padaku. Kalau sampai kalah, nanti kita baru cari akal lagi.”

Awalnya ayah dari Cuishan sempat memandang rendah besannya ini yang tidak mengerti peraturan permainan poker. Ia merasa akan menang mudah. Kemudian besannya ini mengatakan bahwa ia ingin bertaruh pada permainan yang tidak memakan waktu banyak. Akhirnya mereka pun bertaruh kartu besar dan kecil dalam 3 ronde, siapa yang menang, maka perkataannya akan dituruti.

Sebelum memulai permainan ayah dari Zhiwen berkata,”Anakmu ini gadis baik-baik, pokoknya hari ini juga aku ingin dia menjadi menantuku! Cuishan tenang saja, ada papa di sini.” Melihat ketulusan dan perjuangannya, Tuhan nampaknya pun ikut andil dalam kejadian ini. Dalam permainan ini ayah dari Zhiwen akhirnya keluar sebagai pemenang dan orang-orang pun bersuka cita!

Akhirnya Zhiwen pun bisa menjemput Cuishan dan segera melangsungkan pernikahannya. Walau sudah membuat onar, ayah dari Zhiwen masih saja bersikap baik dan meminta besannya ini untuk segera pergi bersamanya menghadiri resepsi pernikahan.

Beruntung sekali ya Zhiwen dan Cuishan mempunyai ayah yang berhati besar seperti itu…

 

Sumber: Facebook

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *