12 Tahun Lamanya Pria Ini Meninggalkan Rumahnya Tanpa Kabar. Saat Pulang ke Rumah, “1 Perkataan Ayah” Membuatnya Menyesal!

Posted on

Di jalan setapak menuju desa, tiba-tiba terlihat sebuah mobil yang berjalan melewatinya. Mobil itu tampak sangat bagus dan mewah.

Mobil itu tampak berhenti di depan sebuah rumah semen kecil. Dari dalam keluar seorang pria dan wanita. Pria itu tampak sangat akrab dengan desa ini. Mereka berhenti sesaat di sana, dan pria itu mulai mengenang masa lalunya, masa dimana awal dari perjuangannya terjadi.

12 tahun lalu, ia hidup di keluarga yang sangat miskin. Ibu sakit-sakitan, dan ayah bekerja serabutan. Walaupun begitu, ayah dan ibu selalu berjuang keras untuk menyekolahkan anak.

Sang anak yang sudah tidak tahan dengan kehidupan seperti ini akhirnya mengutarakan isi hatinya kepada ayah dan ibunya. “Ayah, ibu, saya tidak mau sekolah lagi. Saya mau bekerja menghasilkan uang.”

Ayah dan ibunya tentu saja tidak rela anak semata wayangnya tidak mengenyam pendidikan. “Sekolah itu sangatlah penting! Kami sudah berencana untuk menjual besi untuk membiayai sekolahmu.”

Namun sang anak bersikeras untuk berhenti sekolah, dan akhirnya sang ayah murka dan memarahinya. “Kalau kamu mau pergi menghasilkan uang, maka pergilah dan jangan kembali lagi!”

Sang anak lalu keluar dari rumah, bertekad untuk pergi merantau menghasilkan uang. Ia sebenarnya berniat baik, ia ingin membahagiakan orang tua, dan ia pikir mencari uang yang banyak dapat membuat orang tuanya bahagia.

Sebelum beranjak dari pintu rumahnya, ia pun bersumpah, “Aku bersumpah, bila belum sukses tidak akan kembali!”

Karena itulah, pria itu tidak pernah kembali. Bahkan bertukar kabar pun tidak pernah. Ia pergi merantau dan sudah keasyikan menghasilkan uang.

Lalu, begitu berjalan menapaki halaman rumahnya, ia melihat ayahnya yang sudah renta dan rambut memutih dengan sangat ceria menyambut kedatangannya.

Dengan sangat gembira, ia masuk ke rumah mencari ibunya, namun tidak terlihat batang hidung ibunya.

“Ibu…ibuu..? Ibu kemana?? Ibu pergi bekerja belum pulang?”

Sang ayah belum mengucapkan apapun, pria itu mulai berlutut di hadapan ayahnya. Sambil menyodorkan kartu ATM pria itu berkata, “Ayah, kini aku sudah sukses. Ini uang untuk ayah ibu pakai, di dalamnya ada 2 juta RMB”

Dengan sangat sedih, ayahnya menolak kartu itu. Perkataan ayahnya kemudian membuatnya sangat terpukul, bagaikan ditohok oleh palu besi besar.

“Anakku…apa uangmu ini bisa mengembalikan rasa rinduku selama 12 tahun ini?

Apa uangmu ini bisa mengubah kembali uban-uban putihku yang bermunculan ini?

Apa uangmu ini bisa mengembalikan kembali nyawa ibumu??”

“Tahun kedua saat kamu pergi, ibumu terlalu merindukanmu, penyakitnya kambuh, dan ia pun meninggal..”

Kini yang tertinggal adalah penyesalan yang sudah terlambat..

Membahagiakan orang tua tak melulu harus menunggu punya banyak uang. Banyak sekali tindakan sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membahagiakan orang tua. Tindakan ini jauh lebih berharga dari uang. Kabar darimu, teleponmu akan mengobati rasa rindu mereka. Waktu yang kamu berikan untuk menemani mereka melewati hari jauh lebih membuat mereka bahagia daripada uang yang kamu berikan.

Apa kamu bisa membeli kesehatan orang tua dengan uang?

Apa kamu bisa mengembalikan umur orang tua yang sudah terbuang dengan uang?

Apa kamu bisa mengembalikan waktu yang telah kamu sia-siakan untuk menemani orang tuamu dengan uang?

Sumber:facebook

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *