Wanita Ini Hamil Besar dan Ditinggal Oleh Suaminya! Siapa Sangka Pengorbanan Sang Ayah Bikin Jutaan Netizen Nangis Bombay!

Posted on

Kasih sayang orang tua sepanjang gala, kasih anak sepanjang jalan. Kalimat ini memang sudah terbukti jutaan tahun lamanya dan sudah dialami oleh banyak orang.

Mei merasa ada yang tidak enak pada tubuhnya sehingga ia memutuskan untuk pergi ke dokter. Saat diperiksa ternyata Mei sedang hamil dan harus istirahat. Dokter menyarankan agar dia cuti dulu dari pekerjaannya.

Sayangnya sang suami juga tidak bekerja. Dia hanya duduk-duduk di rumah sambil bersantai-santai. Selama ini dia selalu meminta uang pada Mei dengan alasan untuk berbisnis, tapi sebenarnya uang itu untuk judi.

Mei yang sudah hamil besar sangat lelah dengan kondisi ini. Keributan pun terjadi diantara mereka. Untungnya kedua orang tua Mei tinggal dalam satu rumah yang sama sehingga bisa melerai adu mulut mereka.

Mei menceritakan pada kedua orang tuanya kalau suaminya itu minta uang untuk berjudi. Mendengar hal ini tentu saja membuat kedua orang tua Mei jadi marah. Bagaimana mungkin seorang suami minta uang kepada istrinya yang sedang hamil besar? Sejak menikah sampai sekarang dia juga tidak pernah bekerja.

Ditambah lagi saat istrinya cek ke dokter, dirinya juga tidak pernah menemaninya. Selama ini ayah Mei lah yang menafkahi mereka semua. Sang suami juga tidak terima dengan perkataan ini. Dia sangat marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Dia kembali membujuk Mei untuk memberinya uang. Masih dengan alasan yang sama, dia berkata kalau uang ini untuk berbisnis dengan temannya. Ayah Mei menjadi semakin marah, dia tidak terima putrinya diperlakukan seperti ini. Akhirnya sang ayah mengusir suami Mei.

Mei menangis tersedu-sedu sambil dipeluk oleh ibunya. Sang ayah berkata kalau seiring berjalannya waktu Mei akan melupakan suaminya yang tidak berguna itu.

Akhirnya sebulan sudah setelah kejadian menyakitkan itu terlewati. Mei kini benar-benar bisa beristirahat di rumah dan dilayani oleh kedua orang tuanya. Makan dan minum disediakan oleh ibunya. Mencuci baju dan membersihkan rumah juga dilakukan oleh sang ibu.

Karena Mei sebentar lagi sudah mau melahirkan, sang ayah berpikir untuk menambah pekerjaan. Dia berpikir kalau akan ada banyak pengeluaran tambahan seperti popok, pakaian, makanan dan kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh bayi tersebut.

Sang ibu kurang setuju karena ia khawatir sang ayah akan kecapean. Pagi hingga sore harus bekerja di proyek bangunan dan malam harus menjadi satpam di tempat lain. Kapan ada waktu untuk tidur?

Tapi sang ayah bersikeras untuk melakukan 2 pekerjaan demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Ia berpesan pada istrinya itu agar merahasiakan hal ini dari Mei. Ia tidak mau putrinya itu khawatir.

Hari demi hari mereka lalui dengan usaha keras. Hingga pada suatu hari sang ayah jatuh pingsan saat bekerja. Teman sekerjanya segera membawanya ke rumah sakit dan memberitahu orang rumah.

Mendapat telepon seperti itu membuat sang ibu seperti tersambar petir di siang bolong. Dia bergegas lari ke rumah sakit untuk melihat kondisi suaminya. Saat pergi, ia hanya bilang ada urusan di luar pada Mei. Lagi-lagi orang tua tidak mau membuat anaknya cemas.

Saat tiba di rumah sakit, dokter dan suster sedang memeriksa kondisi sang ayah. Tidak lama kemudian, dokter mempersilahkan sang ibu untuk masuk melihat kondisi suaminya itu. Terdengar sayup-sayup sang ayah meminta minum pada sang ibu.

Sang ibu segera mengambilkan air minum untuk sang ayah, tapi sayangnya saat ia kembali melihat sang ayah, sang ayah sudah meninggal. Rasanya sudah tidak karuan lagi, sang ibu begitu syok dengan kejadian ini.

Mei juga merasa terpukul dengan kepergian ayahnya. Ia merasa menyesal dan juga merasa bersalah dengan kejadian-kejadian yang sudah dialami selama ini. Ia merasa kepergian ayahnya akibat dari tingkah lakuknya selama ini.

Sang ibu menguatkan Mei yang kini telah menjadi ibu. Dia ingin Mei juga berjuang untuk anaknya yang kini telah lahir ke dunia. Mei harus menjadi ibu yang tangguh juga untuk anaknya dan menjadi orang yang dewasa demi masa depannya.

Sumber : Youtube

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *