Wajib Tahu! “Alasan Sebenarnya” Orang Bisa Langsung “Hamil” Padahal Hanya Melakukan Hubungan Sekali Saja Ini, Dijamin Buat Kamu Terperangah!

Posted on

Kehamilan, kalau dibilang mudah, ya mudah, dibilang susah ya susah. Meski kedua pihak normal, bisa saja kehamilan tidak terjadi. Jika ingin hamil, perhatikan kondisi sebagai berikut:

1. tes-tis pria bisa menghasilkan sper-ma normal

Jika ingin melahirkan anak yang sehat, maka yang paling pertama adalah mematikan kesehatan sper-ma seorang pria. Seorang pria dewasa sekali mengeluarkan sper-ma sekitar 2-6 ml (½ – 1 sdt), jika lebih dari 8 ml maka termasuk berlebihan, jika kurang dari 1.5 ml maka termasuk terlalu sedikit.

Idealnya, cairan air mani cukup kental dan mengencer sekitar 10-15 menit pasca eja-ku-lasi. Selain itu, sper-ma berjumlah 20 juta per mililiter dianggap sebagai normal.

2. Ovarium wanita bisa mengeluarkan telur normal

Telur yang sehat artinya seorang wanita memiliki ovarium dan rahim yang kuat. Hal ini dapat diketahui dari sikus haid yang teratur dengan pola 28-30 hari. Sel telur dapat bertahan setidaknya 24 jam setelah dikeluarkan.

3. Organ reproduksi wanita dan pria harus sehat

Organ reproduksi pria mempunyai dua fungsi yaitu sebagai produksi sel kelamin dan pelepasan sel-sel ke organ reproduksi wanita. Umumnya, warna Mr P yang sehat akan berwarna sama dengan kulit tubuh seseorang pria atau memiliki warna 1 sampai 2 tingkat lebih gelap dari warna kulit tubuh, lebih coklat atau berwarna kemerahan.

Sedangkan untuk wanita, tidak ada keputihan yang disertai bau busuk, berwarna kekuningan, lebih kental dan dapat disertai gatal. Selain itu, tidak ada benjolan yang muncu pada vagina.

4. Hidup normal

Berhubungan badan dengan frekuensi lebih banyak tidak selalu meningkatkan peluang kehamilan Anda. Jumlah sper-ma pria akan menurun bila mereka berejakulasi terlalu sering. Frekuensi yang disarankan adalah setiap dua hari sekali atau tiga kali seminggu. Idealnya, sper-ma dapat hidup antara 3 – 6 hari.

5. Waktu yang tepat

Masa subur terjadi pada hari ke-16 setelah haid pertama atau hari ke 14 sebelum haid selanjutnya. Meski begitu, waktu terjadinya ovulasi sebenarnya tidak pasti dan bisa maju mundur.

Karena sper-ma dapat hidup beberapa hari dalam rahim wanita sedangkan sel telur hanya bisa bertahan hidup selama 24 jam, maka waktu terbaik supaya wanita cepat hamil adalah melakukan hubungan badan sebelum ovulasi terjadi.

Nah, sekarang sudah tahu kan alasannya? Yuk share artikel ini ke teman-temanmu!

Sumber: how

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *