Tak ada yang Mau Layani Bapak Miskin Kecuali “Sales ini”, Tak Disangka Karena Disuguhi “Benda ini”, Bapak itu Memborong 1 Lantai Apartemen!

Posted on

Pepatah mengatakan, jangan menilai orang dari penampilannya. Apalagi dalam dunia salesman. Orang yang kelihatannya rapi, berpenampilan mahal mungkin saja suka berfoya-foya, gaji setiap bulan habis tanpa ditabung, gali lubang tutup lubang.

Sedangkan orang yang kelihatan sederhana, pakaiannya compang-camping mungkin saja seorang pengusaha yang berduit banyak…

Dalam video ini, seorang bapak tua berpakaian kemeja dan celana pendek. Ia kelihatan serampangan dengan rambut acak-acakan dan membawa kantong kresek. Bapak ini masuk ke perusahaan properti namun saat masuk langsung dipandang sebelah mata oleh para sales. Tidak ada yang berinisiatif melayaninya.

Dua salesman berbisik-bisak langsung menganggap bapak ini tidak sanggup membeli rumah. Sampai akhirnya, seorang salesman baru melihat bapak itu dan bergegas menghampirinya.

Salesman itu menawarkan pamflet rumah, berniat untuk mengenalkan jenis rumah dan harga, namun bapak itu menolaknya dengan ketus. Salesman itu dengan sabarnya menanyakan apakah bapak itu mau langsung melihat sampel rumah yang sedang dibangun.

Bapak itu mengiyakan. Salesman itu lalu meminta atasannya untuk mengantar mereka ke lokasi sampel rumah. Namun atasannya menolak mengatakan bahwa mengenalkan ke bapak miskin ini hanya buang-buang waktu saja.

Tidak kehabisan akal, sales baru itu kemudian meminjam mobil dan mengantar bapak itu sendiri melihat rumah.

Bapak itu melihat sampel rumah sambil bertanya, namun sales baru itu tetap menjawab dengan sopan. Tiba-tiba klien itu hampir terjatuh dan sales itu segera menolongnya.

Kemudian bapak tua itu mulai merogoh kocek mengambil rokok. Ternyata rokoknya habis. Tak disangka, sales itu menawarkan rokok dengan merek yang sama kepada bapak itu. Bapak itu bertanya, “Kamu ngisap merek yang sama?” Jawaban sales itu kemudian membuat bapak itu tersanjung.

“Saya sempat melihat merek rokok bapak tadi, lalu saya membeli sekotak untuk jaga-jaga kalau rokok bapak habis.” Jawab sales muda itu.

Bapak itu langsung tersanjung lalu tersenyum memuji sales itu, “Kamu teliti sekali yah!”

Setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat itu.

Tak berapa lama kemudian datang seorang pemuda berpakaian perlente dan rapi ke kantor properti. Begitu masuk, semua salesman langsung bangun mengerubunginya. Ia kelihatan kaya dan sangat berpotensial membeli rumah.

Tapi orang itu langsung mencari salesman baru yang tadi melayani bapak tua itu. “Dimana Zhang Yi?” katanya mencari-cari sales baru itu.

“Saya mau membeli apartemen di gedung A, lantai B, selantai itu saya mau beli.” ujarnya. Melihat ini adalah bisnis besar, sang manager juga keluar. “Bapak silakan masuk ke ruangan saya untuk tanda tangan kontrak”

Namun pria perlente itu langsung menolak, “Saya hanya mau tanda tangan kontrak dengan Zhang Yi.”

Pria berpakaian necis itu langsung menandatangani surat kontrak pembelian di hadapan semua orang.
Begitulah, dari video ini, pelajaran yang bisa kita ambil adalah janganlah meremehkan orang, menilai orang lain dari penampilannya.

Ternyata pria yang mencari-cari Zhang Yi itu adalah bawahan bapak tua itu. Bapak tua itu memerintah bawahannya untuk membeli rumah itu.

Dunia nyata mungkin tidak seindah di video ini, namun tetap saja janganlah membeda-bedakan orang. Setiap orang ada saatnya berada di puncak, namun bisa saja tiba-tiba turun, jatuh ke bawah. Tidak mungkin ada orang yang selamanya berada di atas angin, dan tidak mungkin ada orang yang selamanya berada di bawah.

Perlakukan setiap orang dengan cara yang sama, jangan pernah membeda-bedakan, dan menilai dari penampilan saja.

Berikut cuplikan videonya bisa kamu nonton disini:

永遠不要以貌取人

房產員工以貌取人,而最後這位大爺竟…按讚追蹤👍人生向前走

Dikirim oleh 人生向前走 pada 8 Oktober 2017

Semoga bermanfaat dan terinspirasi!
Sumber: story

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *