Tahun 2030, Aktivitas Matahari Diprediksi akan Melemah 60% “Akibat Fenomena Ini” Membuat Dunia Geger!

Posted on

Tema tentang “Kiamat” sering kita tonton pada dunia per-filman atau dalam novel, dimana cerita tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kita. Pemanasan global, penyebaran virus-virus mematikan, penyakit baru, meletusnya gunung berapi, dan lainnya. Tetapi kali ini sepertinya benar-benar akan terjadi fenomena kiamat di dunia nyata. Para ilmuwan memperingati kita semua bahwa “Zaman Es” akan terjadi lagi!

Dalam perjalanan waktu, Bumi telah mengalami beragam zaman, salah satunya zaman es. Saat itu, suhu sangat dingin dan hampir seluruh permukaannya tertutup es. Perlahan zaman es itu menghilang, dan bumi kembali panas.

Beberapa waktu lalu ilmuwan memperingatkan lagi bahwa akan terjadi zaman es mini. Suhu akan mulai turun mulai dari tahun 2021, dan semua konsep itu berdasarkan model matematis dari energi magnetik Matahari.

Fenomena yang dikenal sebagai “Minimum Maunder” ini pernah terjadi pada tahun 1646 dan 1715. Saat itu wilayah Eropa dan Amerika Utara menghadapi cuaca yang sangat dingin. Sungai Thames di London bahkan membeku.

Studi yang dilakukan para ilmuwan ini mengatakan bahwa antara 2020 dan 2030 siklus matahari akan membuat zaman es kembali muncul.

Model siklus matahari ini dapat memprediksi siklus matahari dengan berbasis efek dinamo pada dua lapisan matahari. Dalam uji coba model itu, komponen gelombang magnetik yang berasal dari dua lapisan dalam matahari muncul bersamaan.

Sampai pada siklus matahari yang ke-26 (tahun 2030-2040), ada 2 gelombang yang menjadi tidak sinkron dan akan menyebabkan penurunan aktivitas matahari. Aktivitas matahari akan turun 60 persen selama tahun 2030-an. Bagian utara Bumi akan menghadapi cuaca dingin yang ekstrim. Untuk belahan bumi bagian selatan, profesor belum melakukan banyak pengukuran.

Menurut profesor, kacaunya siklus matahari tersebut gerakan lapisan luar matahari dengan lapisan dalamnya tidak seirama. Saat fenomena Minimum Maunder terjadi, kedua lapisan tersebut akan saling menganggu. Akibatnya matahari tidak bisa mengeluarkan energi seperti biasanya.

Penelitian ini dipimpin oleh profesor matematika Valentina Zharkova di Universitas Northumbria. Ia mengatakan bahwa dengan kombinasi kedua gelombang dan perbandingan dengan data real siklus matahari saat ini, ia yakin perkiraannya bisa 97% akurat. Namun ia tidak menjamin bahwa zaman es mini ini terjadi karena efek pemanasan global.

Dr Zharkova menerbitkan penelitian sebelumnya tentang fenomena ini pada tahun 2015. Makalah yang diterbitkan Desember 2017 ini di Astronomi dan Geofisika memperkuat temuan sebelumnya.

Ini adalah potongan video yang diambil oleh Nasa, dimana mereka memperkenalkan perubahan detak jantung matahari setiap 11 tahun, siklus matahari yang bervariasi.

Tentu saja teori Zharkova ini menyebabkan perdebatan sengit dari peneliti dunia, apalagi pendukung teori pemanasan global, teori yang percaya bahwa bumi akan semakin panas. Lantas apakah zaman es mini benar-benar akan terjadi? Kita lihat saja nanti, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Sumber: Youtube

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *