Pasutri Ini Ditantang Untuk Melakukan “Hubungan Intim” Selama 30 Hari Berturut-turut, Tidak Disangka Pada Hari Ke-8, Pasangan Ini Malah… Ya Ampun!

Posted on

Hubungan intim telah menjadi bagian yang semakin penting dan dibahas dari kehidupan pasangan suami istri. Tapi, apa jadinya kalau berhubungan selama 30 hari berturut-turut? Beberapa hari yang lalu ada 2 pasutri yang melakukan “eksperimen berhubungan selama 30 hari terus menerus”.

Pasutri pertama: Mallory dan Kevin

Mereka berhubungan 5 kali satu minggu.

Pasutri kedua: Suki dan Dimitri

Mereka berhubungan 2-3 kali seminggu. (Dimitri merasa satu bulan hubungan sekali sudah cukup).

Jika hubungan seks biasa-biasa saja, maka terlihat gampang. Oleh karena itu, mereka membuat beberapa peraturan seperti “salah satu dari mereka harus mencapai klimaks”, “tidak harus masuk tapi keduanya harus saling klimaks”.

Jadi, apa sih manfaat bercinta setiap hari?

Menurut pakar seksual Dr. Ava Cadell, dikatakan bahwa berhubungan seks setiap hari dapat membuat hubungan di antara pasutri lebih intim dan membuat mereka merasa dicintai. Tetapi apakah benar seperti ini?

Di hari ke-7 percobaan

Pasutri Suki dan Dimitri sudah tidak tahan. Dimitri berkata, “Aku merasa capai dan aku tidak senang. Aku bahkan merasa sedikit kesal”.

Di hari ke-8 percobaan

Hubungan seks Mallory dan Kevin sama sekali tidak lancar. Bisa dilihat dari wajah Mallory bahwa dia sudah merasa lelah. “Kalau kecapaian bagaimana bisa sampai klimaks?” katanya.

Dimitri juga menambahkan bahwa dia merasa bagian pentingnya hampir mau copot. Bikin semua orang langsung tertawa. Melihat situasi menyedihkan dari kedua pasutri ini, Dr. Ava pun memberikan saran: ketika berhubungan, kedua pihak harus menikmati prosesnya. Ini sangat penting, jangan fokus hanya ingin klimaks saja.

Pada hari ke-21 percobaan

Mallory berkata, “Ketika kamu memiliki tantangan seperti itu, rasanya akan sulit untuk merasakan hasrat seksual.”

Pada hari ke-26 percobaan

Dimitri yang awalnya merasa tidak bisa menyelesaikan tantangan ini pun berkata, “Sekarang sudah jadi seperti rutinitas”.

Baiklah, dari eksperimen ini bisa dilihat bahwa tidak semua pasangan bisa melakukan hal seperti ini.

Yuk, kita lihat videonya:

Sebenarnya, kamu dan pasangan bisa melakukannya sesuai dengan kemampuanmu. Namun, lakukan dengan perasaan dan nikmati prosesnya. Kalau dijadikan seperti terpaksa, tentu rasanya akan berbeda. Jangan lupa untuk SHARE dan LIKE artikel ini yah!

Sumber: Looker

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *