Menikahi “Anak dari Musuh Ayahnya” Jadi Istri Kedua, 18 Tahun Kemudian Dia Jadi Ratu Paling Memesona dengan Melakukan “Balas Dendam” Terbaik Sepanjang Sejarah!

Posted on

Qatar memiliki nilai GDP tertinggi di seluruh dunia, kekayaan negaranya menjadi yang teratas saat ini, namun Ibu surinya ini sekarang, Sheikha Mozah bint Nasser Al Missned, ternyata dulu adalah anak seorang tahanan. Dari seorang anak tahanan sampai melawan pangeran, menjadi ratu sampai jadi ibu suri, perjalanan hidup Mozah jauh lebih menghebohkan daripada drama pertarungan dalam istana, bisa dibilang ini adalah “Drama besar pembalasan dendam”.

Ini adalah penguasa Qatar tahun 1971 lalu, Syekh Khalifa.

Saat itu ayah Mozah mengajukan kalau semua minyak bumi dan kekayaan alam di Qatar adalah milik negara yang bisa dinikmati rakyat. Siapa sangka karena hal inilah ia dimasukkan ke dalam penjara, bahkan sebagian sukunya diasingkan ke Kuwait.

Sedangkan anak sulung Syekh Khalifa, adalah seorang Syekh baru yang mendapat didikan dari barat. Saat ia pergi ke sebuah universitas, di sanalah ia bertemu pertama kalinya dengan Mozah. Mozah memang sudah sangat dikenal di seluruh Universitas. Siapa sangka pangeran ternyata langsung jatuh hati pertama kali melihatnya dan mengatakan pada Syekh kalau dia ingin menikahi Mozah.

Tentu saja Syekh tidak setuju kalau anaknya menikahi putri dari musuhnya sendiri, apalagi saat itu sebenarnya pangeran sudah memiliki seorang istri dari pernikahan politik. Tapi karena terus bersikeras, akhirnya Khalifa setuju Mozah menjadi menantunya, dengan satu syarat, keluarga Mozah tidak boleh datang ke acara pernikahan.

Dengan demikian, Mozah yang baru berusia 18 tahun menikahi anak dari musuh ayahnya sendiri.

Selanjutnya, Mozah menggunakan kepandaian dan kebijaksanaanya menunjukkan pada semua orang kalau dia bukanlah Sheikha “kedua” yang perlu dikasihani, tapi dia adalah Sheikha yang benar-benar mempesona.

Tahun 1985, demi menenangkan sebuah suku lainnya, Khalifa meminta agar anaknya, Hamad bin Khalifa Al Thani untuk menikahi lagi seorang istri. Hamad setuju, dengan satu syarat kalau Mozah boleh mengatur semua kegiatan rumah tangga kerajaan serta mengatur keuangan dalam kerajaan.

Tahun 1995 lalu, dengan masuknya anggota kerajaan baru, tepat di saat Khalifa pergi berlibur, Mozah melakukan sebuah perubahan besar di dalam kerajaan dan saat itulah terjadi perubahan pemimpin, Hamad menggantikan Khalifa sebagai pemimpin di Qatar.

18 Tahun berlalu, akhirnya Mozah berhasil membuat musuh ayahnya itu turun dari tahtanya, sedangkan dirinya berhasil memegang kendali atas semua ekonomi negara.

Dengan pesona dan kebijaksanaanya, Mozah berhasil memutarbalikan keadaan. Di tahun 2012, Qatar bisa merealisasikan menjadi negara yang kaya dengan prajurit yang kuat, masyarakatnya hidup sejahtera dan tingkat penganggurannya nyaris nol.

Dari seorang anak yang ayahnya dipenjara, ia menerima keadaan sulit, namun ternyata Mozah berhasil membalikkan keadaan dan membuktikan pada dunia kalau memang dia adalah orang yang paling tepat untuk memimpin kerajaan.

Kecantikkan itu bisa hilang, tapi yang namanya kebijaksanaan, kelemah lembutan serta pesona dan wibawa itu tidak akan pernah hilang seiring berjalannya waktu, justru akan semakin bertambah. Benar-benar wanita yang hebat ya!

sumber : pixpo

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *