Karena Marah Dengan Ibunya, Siswi SMP Ini Nekat Gantung Diri! Alasannya Buat Kamu Geleng-geleng Kepala!

Posted on

Hanya karena perkara ponsel, gadis belia ini mengakhiri hidup dengan cara yang tragis. Siswi kelas 3 SMP negeridi Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ditemukan tewas di atas Pohon Nangka karena nekat gantung diri.

Marah Kepada Ibunya Karena Ponsel Dijual, Siswi SMP Ini Nekat Gantung Diri, Ini 5 Faktanya

Sebelum ditemukan tewas, gadis breinisial ARP (16) sempat berseteru dengan ibunya. Padahal di mata tetangga, ARP dikenal sebagai anak yang rajin dan mandiri. Simak 5 fakta kematian ARP karena bunuh diri yang dirangkum TribunnewsBogor.com dikutip dari Tribun Kediri.

1. Cekcok dengan Ibu

Sebelum bunuh diri, diketahui korban sempat berseteru dengan ibunya satu bulan lalu. Hal itu dikarenakan korban sering bermain ponsel sehingga dimarahi oleh ibunya.

“Lalu handphone milik korban dijual oleh ibunya,” kata Kasi Humas Polsek Wates Bripka Agung Sulistyono dikutip dari Tribun Kediri. Hal itu membuat korban ngambek kepada ibunya hingga berlarut-larut.

2. Jual Motor

Karena masih kesal ponselnya dijual, korban pun nekat untuk menjual sepeda motor matic Suzuki Spin miliknya sekira dua pekan lalu.

Kemudian, sebagian uang dari penjualan motor dipakai korban untuk membeli dua ponsel. Korban sempat marah, bahkan tidak bertegur sapa dengan ibunya. “Korban mendiamkan ibunya,” ungkapnya.

3. Gantung Diri

Korban pertama kali ditemukan oleh Sugiono (45) yang merupakan paman korban. Sebelum ditemukan gantung diri, pihak keluarga sempat panik karena tak sempat melihat

Saat itu, dia mencari daun ketela untuk makan ternak di sekitar lokasi kejadian, sekitar pukul 17.00 WIB. “Pamannya memberitahu ke ibu dan kakek korban yang diteruskan melapor ke polisi,” imbuhnya.

4. Mandiri

Di mata tetangga, Korban yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara ini dikenal sebagai sosok wanita yang rajin dan mandiri.

Koban juga nyambi kerjadi warung bakso untuk menambah uang jajannya. “Dia (korban) masih sekolah, nyambi bekerja di warung bakso Dusun Beji, Desa Wonorejo dekat rumahnya,” ujar Arip. Menurut dia, sebelum kejadian bunuh diri itu para tetangga sempat melihat korban pulang les, Minggu sore (11/3).

Pihak keluarga sempat panik mencari keberadaan korban. “Korban menghilang dari rumah dicari tapi tidak ketemu,” ungkapnya. Kata Arip, korban ditemukan tewas gantung diri di pohon Nangka yang berada di kebun sekitar 100 meter dari kediamannya oleh pamannya, Sugiono (45).

5. Tolak Autopsi

Ditambahkannya, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan yang ditujukan ke Polsek Wates, meminta jenazah korban tidak diotopsi. “Kejadian bunuh diri ini adalah musibah,”pungkasnya.

sumber : tribunnews

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *