“Anakmu Suka Tidur Tengkurap?” Hati-Hati! Ada “6 Hal yang Harus Diwaspadai” untuk Menghindari Risiko Mati Mendadak!

Posted on

Tidur tengkurap bagi anak-anak atau bayi merupakan posisi tidur yang dirasa paling nyaman. Namun, posisi tidur ini nampaknya masih menjadi perdebatan, karena untuk usia tertentu posisi tidur tengkurap bisa berbahaya. Banyak orang menganggap kalau bayi tidur tengkurap adalah penyebab utama dari kematian mendadak.

Namun, bagi para orang tua sebenarnya tidak perlu takut, karena posisi tengkurap ini tidak akan berbahaya jika kondisi bayi selalu terpantau. Selain itu, ternyata tidur dalam posisi tengkurap juga sebenarnya memiliki banyak manfaat loh!

Pertama, dengan tidur tengkurap bayi akan merasa lebih nyaman, dan posisi di mana dada, perut, dan bagian tubuh lainnya berada di bawah akan memberi tekanan dari berat badannya sendiri, dan hal ini layaknya pelukan hangat dari sang ibu.

Manfaat lain yang didapat dari kebiasaan tidur tengkurap adalah menghindari kepala peang, mengistirahatkan organ tubuh bagian belakang, dan melatih kekuatan paru-paru. Namun, perlu diperhatikan untuk melatih kekuatan paru-paru hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu tertentu, tidak berlebihan, dan yang pasti dalam pengawasan orang tua.

Di luar manfaat yang bisa didapat, orang tua benar-benar harus memberi pengawasan pada anak yang tidur terlentang, karena tidur dalam posisi ini juga menyebabkan sistem pernafasan dan pasokan darah ke otak terganggu, maka dari itu, orang tua harus rutin membalikkan tubuh anak yang sudah tidur terlalu lama dalam posisi tengkurap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kematian mendakak.

Selain itu, orang tua juga harus tahu jika anak tidak bisa tidur diam, selalu bolak-balik, biasanya karena anak merasa panas atau bagian tubuhnya merasa lelah. Sesederhana itu. Tapi, jika anak terus tidak bisa diam, tangan dan kakinya terasa agak hangat, hal ini menandakan bahwa sirkulasi darah anak tidak berjalan dengan baik dan ada yang tidak beres dengan badannya, terutama bagian liver. Maka, jika anak juga lebih suka tidur tengkurap dalam waktu yang sangat lama, lebih nyaman dalam posisi tengkurap, orang tua harus waspada, karena bisa saja ada yang salah dengan liver anak Anda.

Gangguan pada liver juga ditandai di mana anak tidak memiliki nafsu makan, suka pilih-pilih makanan, batuk-batuk, demam, dan diare. Jika sudah muncul gejala seperti ini, orang tua bisa melakukan perawatan pertama dengan melakukan hal ini untuk melancarkan aliran darah dan sirkulasi dalam tubuh anak:

1.

2.

3.

4.

5.

Berikut ini adalah tips aman agar  bayi bisa tidur tengkurap dan tetap aman, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan:

  1. Selalu awasi bayi ketika tidur tengkurap, segera rubah posisi tidurnya ketika bayi sudah tidur dalam posisi yang sama terlalu lama, atau mulai terlihat sulit bernafas.
  2. Jangan biarkan bayi untuk tidur tengkurap terlalu lama, cukup 30 menit saja.
  3. Jangan sesekali memaksakan bayi untuk tengkurap, biar bayi yang membalikkan tubuhnya sendiri.
  4. Hindari memakai kasur atau alas tidur terlalu empuk. Hal ini akan mengganggu pernafasan bayi.
  5. Pastikan hidung dan mulut bayi tidak tertutup apapun.

Umumnya bayi baru bisa tengkurap sendiri sekitar usia 3-6 bulan. Umur yang dirasa paling tepat untuk tidur dengan posisi tengkurap adalah usia 4 bulan. Di usia ini bayi telah mampu secara sadar menopang kepala dan lehernya. Selain itu, dia juga mampu mendorong badannya dengan menggunakan siku tangan, karena otot-ototnya sudah terlatih dan terbentuk secara maksimal. Ketika bayi sudah bisa melakukan hal itu, maka orang tua baru bisa membiarkan bayi untuk tidur dengan posisi tengkurap. Intinya, jangan lupa untuk berikan pengawasan ekstra saat bayi tidur tengkurap.

Sumber: Thehealth

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *