“5 Tips Mudah Menabung” Untuk Usia 20an Dengan “Gaji Hanya 3 Juta Rupiah” Ini Patut Dicoba Jika Tidak Ingin Miskin Di Usia Tua !

Posted on

Jika kamu berpikir bahwa dengan gaji minim dan usia masih muda tidak perlu menabung, maka kamu salah besar. Menabung sebenarnya bisa dimulai kapan saja tidak mempedulikan seberapa besar atau kecil gajimu. Agar kamu bisa mempersiapkan masa depan dengan lebih baik, mari kita lihat 5 cara menabung untuk usia 20-an yang harus mulai kamu praktikkan meskipun gaji masih minim.

Pada usia 20-an, biasanya kamu baru saja lulus kuliah dan mulai bekerja. Oleh karena itu, tentunya pendapatan atau gaji yang diperoleh juga biasanya masih tergolong kecil. Namun salah besar lho jika kamu berpikir bahwa gaji minim artinya tidak perlu menabung. Harusnya mindset yang benar adalah:

“Justru karena gaji masih UMR, maka saya harus lebih rajin menabung dan berinvestasi.”

Dengan kata lain, kamu harus belajar mengatur keuangan sejak dini. Tidak punya dasar pendidikan keuangan? Jangan cemas. Kabar baiknya adalah, mengatur keuangan mudah untuk dipelajari dan dipraktikkan. Menabung bukan berarti kamu tidak makan dan tidak minum kok. Terkadang kita akan kesulitan mengumpulkan niat untuk menabung karena banyak hal. Namun, alangkah baiknya jika sudah menabung sejak usia belia. Apa saja sih tips menabung di usia 20an dan ketika gaji masih pas – pasan? Mari kita lihat.

1. Pilih Salah Satu, Tambah Penghasilan atau Perkecil Pengeluaran

Gaji minim tapi mau nabung? Bukan berarti kamu harus menghemat sampai tidak makan. Bukannya nabung, yang ada malah habis uang banyak untuk biaya rumah sakit. Jika kamu sudah merasa tidak bisa menghemat lebih banyak lagi, maka tandanya kamu harus memulai mencari alternatif lain, yaitu mencari pemasukan lebih. Memang terdengar sulit, sejak kapan sih mencari uang itu mudah? Tetapi bukan berarti tidak mungkin lho ! Kamu bisa mencari tambahan di website – website freelancer. Sekarang, coba ingat – ingat berapa pengeluaran kamu kemarin?  Jika kamu tidak ingat, tandanya kamu tidak pernah mencatat pengeluaran dan pemasukanmu. Mencatat pengeluaran dan pemasukan bisa sangat membantu untuk menabung lho. Dengan tahu kondisi keuanganmu, kamu bisa mengestimasikan berapa banyak uang yang dapat dialokasikan untuk ditabung. Sebaliknya jika kamu bahkan tidak ingat berapa besar pengeluaran kamu setiap harinya, ujung-ujungnya malah kamu kekurangan uang di akhir bulan.

2. Prioritaskan Menabung

Pernahkah kamu mendengar orangtua kita mengajarkan “Jangan dihabiskan semua uangnya, sisihkan sebagian untuk ditabung.” Sayangnya ajaran itu sudah kuno dan ternyata salah. Sisihkan sama saja dengan SISAKAN, yang artinya baru akan dilakukan jika ada sisa uang. Jika kamu mengikuti prinsip sisihkan atau sisakan, maka akan sulit untuk menabung secara konsisten. Lalu bagaimana seharusnya? Sebaiknya kamu memprioritaskan menabung, dengan kata lain tidak ada alasan untuk tidak menabung. Setiap bulan uang harus sudah dibagi-bagi dan tabungan menjadi salah satu prioritas utama. Jika kamu masih berpikir, “Masa menabung harus diutamakan daripada pengeluaran rumah tangga?” Tentu saja. Alasannya sederhana, dengan menabung atau berinvestasi, uang akan bekerja dengan sendirinya. Tambahan uang itu bisa membantu kamu melunasi utang lebih cepat dan menambah uang untuk kebutuhan rumah tangga. Masuk akal bukan? Sederhananya adalah kamu memperoleh pendapatan pasif dan cara ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menambah pemasukan. Bayangkan saja mendapat uang tanpa harus berbuat apapun, enak bukan?

3. Jangan Terbiasa Mengandalkan Kartu Kredit

Masih pakai kartu kredit? Jika kamu ingin menabung sejak dini, coba kurangi atau hilangkan pemakaian kartu kredit. Mengapa? Kartu kredit memang memudahkan transaksi non-tunai, tetapi tahukah kamu bahwa banyak yang tidak berhasil mengatur pemakaian kartu kredit dan pada akhirnya terlilit utang konsumtif yang tidak ada habisnya? Selain sulitnya mengatur banyak tagihan kartu kredit, penggunaan terlalu banyak kartu juga mempengaruhi riwayat kredit kamu lho. Pemberi pinjaman akan dengan mudah melihat bahwa kamu kesulitan membayar dan akan ragu dalam memberi kamu pinjaman di kemudian hari. Nah, kebayang kan gimana sulitnya menabung kalau kamu masih punya utang konsumtif? Ujung-ujungnya uang kamu habis untuk mencicil tagihan kartu kredit yang semakin banyak bunganya. Mulai sekarang hentikan pemakaian kartu kredit untuk memudahkan kamu menabung lebih banyak.

4. Selalu Berpikir Sebelum Mengajukan Hutang

Selain utang kartu kredit, sangat banyak jenis kredit pada zaman sekarang. Akibat perekonomian yang semakin sulit, kredit atau utang dijadikan solusi bagi kebutuhan hidup. Tetapi inilah salah satu kesalahan besar yang umum dilakukan walau kamu tahu ini salah. Sebelum kamu jatuh ke lubang UTANG yang dalam, lebih baik MIKIR terlebih dahulu ! Kamu pun pasti tahu tantangan bagi usia 20-an: menikah, beli rumah, beli motor, beli mobil, membangun keluarga. Tetapi manakah yang lebih penting? Disinilah kamu harus menentukan, manakah yang penting dan manakah yang masih bisa ditunda atau dibatalkan. Jangan sampai kamu terlilit utang karena tidak berhasil membedakan keinginan dan kebutuhan. Utang sah-sah saja, selama kamu memikirkan tujuannya dengan matang sebelum mengambil keputusan.

5. Belajar Berinvestasi

Dari tadi diberikan alternatif tips untuk menabung demi mempersiapkan masa depan. Tapi pernahkah terpikirkan bahwa mungkin uang tergerus inflasi atau tidak cukup besar untuk masa depanmu? Hal ini mungkin saja terjadi, karena menabung pun harus cerdas. Jika tidak, bisa saja uang kamu malah mengecil nilainya.  Lalu jenis tabungan apa yang tingkat pengembaliannya tinggi? Jawabannya: tidak ada. Jika ingin tingkat pengembalian yang lebih tinggi, kamu harus mencoba investasi. Memang terdapat risiko yang lebih besar dibandingkan dengan menabung, namun HIGH RISK HIGH RETURN ternyata benar adanya. Tenang saja, risiko yang tinggi bisa diatasi dengan cara mempelajari pasar. Dengan berlatih setiap hari mengecek kondisi pasar, lama kelamaan kamu akan mengerti cara mainnya dan mulai memahami pergerakan pasar.

Semuanya kembali lagi ke karakter kamu masing-masing. Misalkan kamu tipe orang yang santai, maka kamu bisa mencari investasi yang cenderung aman dan keuntungannya baru terasa dalam jangka panjang, misalnya investasi emas. Tetapi jika kamu tipe orang yang gerak cepat dan tancap gas, cobalah investasi yang pergerakannya fluktuatif dalam jangka pendek, seperti saham atau trading forex. Nah, jika kamu sukanya main aman, cobalah investasi dengan risiko rendah seperti obligasi atau reksa dana.Apapun yang terjadi ingatlah untuk pantang menyerah. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, sama halnya dalam investasi. Kamu baru akan sukses setelah belajar dari sebuah kesalahan. Pengalaman tersebutlah yang mengajarkan kamu bagaimana sebuah kesalahan sebaiknya diatasi dan dihindarkan untuk ke depannya.

Ingat, gaji kecil bukanlah alasan, justru perlu dijadikan dorongan yang memacu kamu untuk menabung lebih banyak. Artikel ini bertujuan untuk mencegah kamu melakukan kesalahan yang sama.

Sumber : Finansialku

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *