Tingkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat Anak dengan Sarapan Sehat

Posted on

Pagi hari adalah saat untuk memulai berbagai aktivitas, tidak saja bagi orang dewasa, namun juga bagi anak-anak. Berbagai kegiatan yang kita lakukan tidak hanya memerlukan energi, namun juga pikiran. Baik orang dewasa maupun anak-anak akan bisa melaksanakan kegiatan apapun dengan optimal bilamana energi dan otak dalam kondisi siap. Itulah sebabnya sarapan menjadi kebiasaan yang sangat penting untuk mengawali hari bagi semua orang. Tidak saja mempersiapkan badan agar berenergi, sarapan sehat juga berarti kita siap untuk meningkatkan konsentrasi otak dan kinerja sepanjang hari.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya, kita ‘berpuasa’ setiap hari? Tubuh kita berada dalam keadaan ‘puasa’ saat tidur malam, yaitu sekitar delapan hingga sepuluh jam lamanya. Artinya, selama kita tidur, tubuh sama sekali tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Namun demikian, meskipun kita sedang tidur dan ‘puasa’, organ-organ tubuh kita tetap bekerja menjalankan fungsi-fungsinya. Nah, untuk menjalankan fungsi-fungsinya itu, organ tubuh kita menggunakan energi yang diperoleh dari glukosa dalam darah, glikogen liver, dan asam lemak bebas. Akibatnya, di pagi hari, kadar gula dalam darah, glikogen dan insulin berkurang drastis. Itulah sebabnya seringkali tubuh kita terasa lemas di pagi hari. Energi yang kita butuhkan tentunya berasal dari makanan, dan tidak adanya asupan makanan selama berjam-jam akan menguras energi tubuh kita karena digunakan organ yang harus tetap menjalankan fungsinya saat kita tidur dan ‘puasa’ di malam hari. Untuk mengganti dan meningkatkan kadar gula dalam darah, glikogen dan insulin yang berkurang akibat ‘puasa’, sarapan pagi yang sehat dengan nutrisi seimbang adalah jawabannya.

Semua ibu yang bijak akan berusaha membiasakan anak-anaknya untuk sarapan pagi yang sehat sedari kecil, karena anak-anak membutuhkan sarapan tidak saja untuk tumbuh kembangnya, namun, juga karena setiap anak berhak memulai hari mereka dengan energi cukup sebagai modal untuk melakukan berbagai aktivitas sepanjang hari. Syarat mengkonsumsi sarapan yang sehat tidak berarti harus makanan yang mahal. Menu sarapan sehat adalah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.

Tahukah Anda bahwa sarapan pagi ternyata sangat berpengaruh terhadap kerja otak?

Sarapan pagi merupakan asupan makanan pertama yang kita masukkan ke dalam tubuh setelah puasa ketika tidur di malam hari. Saat kita sarapan pagi, otak kitapun kembali mendapat asupan nutrisi. Ketika menerima asupan makanan dan nutrisi, otak mendapat sinyal bahwa tubuh kita sudah siap memulai aktivitas hari ini. Otakpun akan membangunkan sistem di tubuh kita dan memulai proses metabolismenya untuk menjalankan berbagai aktivitas seharian. Melewatkan sarapan akan membuat otak tidak mengetahui bahwa tubuh kita sudah siap untuk memulai aktivitas. Juga, karena otak tidak diberi makanan, maka tentunya tidak bisa digunakan dengan baik. Pelajar yang terbiasa sarapan pagi umumnya memiliki prestasi yang lebih baik, sedangkan bagi yang melewatkan atau tidak sarapan, umumnya akan kurang bergairah menerima pelajaran, kurang bisa konsentrasi bahkan dapat menurunkan kepekaan anak.

Di samping membantu menambah energi pada anak agar dapat selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah, sarapan yang sehat dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak sehingga anak akan bisa lebih berprestasi karena mampu menyerap semua pelajaran di sekolah. Sarapan juga akan membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh anak agar tidak mudah sakit. Sarapan yang sehat harus memenuhi sekurangnya seperempat dari kebutuhan nutrisi harian. Jadi, setidaknya menu sarapan pagi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat serta air yang cukup untuk membantu proses pencernaan,meningkatkan energy, juga konsentrasi dan daya ingat.

Riset yang telah dilakukan oleh Pergizi Pangan Indonesia juga telah menegaskan bahwa konsumsi sarapan sehat dengan gizi seimbang berperan besar bagi anak-anak sekolah. Selain sarapan sehat dapat memenuhi kebutuhan gizi harian sebanyak hingga 30 persen, sarapan juga dapat meningkatkan semangat, mencegah kelelahan, meningkatkan konsentrasi pada saat belajar hingga membantu meningkatkan prestasi akademis, juga menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat, sekaligus mencegah anak dari konsumsi jajanan yang tidak sehat. Sayangnya, di Indonesia, sarapan masih menjadi satu permasalahan pada anak-anak di Indonesia. Setidaknya tujuh dari sepuluh anak di Indonesia tidak sarapan pagi sebelum beraktivitas. masih banyak keluarga (baca: ibu) yang kurang memperhatikan masalah kebutuhan gizi anak melalui sarapansehat rutin setiap hari. Alasannya berbagai macam, ada yang karena tidak tega membangunkan anak lebih pagi, anaknya sulit diajak sarapan, tidak cukup waktu untuk mempersiapkan sarapan di pagi hari, atau takut terlambat ke sekolah.

sumber : tribunnews

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *