Orang Tua Wajib Catat! “Menghukum Anak” Itu Gak Boleh Sembarangan! “10 Cara Simpel” Ini Justru yang Akan Membuat Mereka Tumbuh Semakin Pintar dan Dewasa!

Posted on

Menghukum anak adalah salah satu bagian dari mendidik dan membesarkan anak, tentunya juga merupakan bagian yang seringkali menjadi kesulitan banyak orang tua, sekali saja salah, itu akan merusak anak seumur hidupnya! Tapi, saat anak melakukan kesalahan, hukuman juga menjadi salah satu keharusan yang dilakukan orang tua untuk memberi tahu apa yang benar dan apa yang salah. Tapi sobat, tahu gak kalau ternyata menghukum anak itu ada caranya lho! Gak boleh sembarangan.. Hari ini mimin mau membagikan beberapa cara bagaimana sebenarnya gimana sih cara menghukum anak yang sebenarnya..

1. Menegur

Contoh kasus : bertengkar dengan teman atau adik kakak, rebutan mainan

Cara : pertama, kamu harus menyiapkan waktu, menyisihkan dahulu semua yang sedang kamu kerjakan, lalu berjalanlah ke sampingnya, biarkan dia menyadari kalau kamu memperhatikan dan melihatnya. Kemudian tanyakan kepadanya tentang pertengkaran itu, apa penyebabnya. Kamu harus bersabar menunggu dia menyelesaikan semua yang ingin dia katakan. Kemudian kamu harus mengalahkan persepsi anak yang menganggap bahwa memukul atau merebut itu tidak salah. Saat itu juga, kita bisa mulai menekankan supaya anak belajar bagaimana mengatakan, 「Maaf, Tolong, dan terima kasih.」

Saran : jangan menegur anak dengan nada tinggi atau ancaman, atau dengan bentakan. Jangan langsung menarik anak dengan keras lalu memarahinya. Hal ini justru akan menyakiti harga diri mereka.

2. Memukul telapak tangan

Contoh kasus : berkelahi, sembarangan membuang barang

Cara : gunakanlah kertas untuk menjadi sebuah tongkat, di luarnya masih bisa diberikan nama, seperti 「Tongkat keluarga Agus」 atau 「Tongkat keadilan」 dan ditaruh di tempat yang bisa dilihat semua orang.

Saran : buatlah tongkat ini di waktu luang, kamu juga bisa berdiskusi dengan anakmu cara membuatnya dan alasanmu membuat tongkat ini. Saat menghukum sang anak, biarkan dia sendiri mengatakan terlebih dahulu dimana letak kesalahannya dan kembali ingatkan dia akan alasanmu menghukumnya. Harus memperhatikan keamanannya, pukullah bagian telapak tangan atau pantatnya, jangan memukul di bagian lain.

3. Hukuman duduk

Contoh kasus : merengek atau bertengkar

Cara : di “daerah hukuman”, taruhlah sebuah kursi atau tempat duduk, bisa tuliskan nama di atasnya, siapkan alarm untuk menghitung waktu hukuman.

Saran : tempat hukuman ini jangan menghadap pintu atau di tempat yang mudah dilihat, kamu harus menentukan waktu hukuman, berapa lama anak harus dihukum. Setelah hukuman selesai, biarkan anakmu mengatakan alasannya dihukum hari itu.

4. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah

Contoh kasus : menggambar sembarangan, membuang mainan atau barang sembarangan

Cara : siapkan selembar lap, sapu atau pembersih, biarkan anak memiliki kebiasaan untuk membersihkan rumah

Saran : orang tua harus memperhatikan keselamatan anak setiap saat, bagi anak yang lebih kecil, orang tua bisa memimpin mereka melakukan pekerjaan rumah, melatih mereka untuk merapikan barang ke tempat asal dan membersihkan rumah. Kemudian bisa tanyakan kepada anak apa yang dia pelajari dari membersihkan rumah.

5. Menggambar

Contoh kasus : membentak orang, mencakar, menendang, mengigit orang lain.

Cara : Di dalah rumah, di sudut yang khusus, letakkan sebuah meja kecil (meja hukuman ini sebaiknya jangan merupakan meja yang sering digunakan di rumah seperti meja makan, meja bermain atau meja belajar, supaya jangan meninggalkan kesan menakutkan pada meja itu dalam hatinya.) kemudian siapkan buku menggambar dan pensil warna warni, biarkan anak menggambar dan menuliskan apa yang ada di dalam hatinya.

Saran : waktu anakmu dalam keadaan terluka, pertama harus mengobati lukanya terlebih dahulu, kemudian biarkan anak menggambarkan apa yang terjadi dan apa kesalahannya. Orang tua harus menahan dulu emosi masing-masing, lihatlah gambar anakmu dan mencobalah lebih mengerti apa yang ada dalam hatinya. Cara seni ini bisa menyelesaikan dan tidak menyakiti harga diri anak.

6. Hukuman berdiri

Contoh kasus : sengaja lompat dari tempat tinggi, lompat-lompat di dalam mobil

Cara : Buatlah 「Daerah hukuman」 di rumah, bisa berikan tempat itu sebuah nama, tempatnya harus menghadap tembok dan jangan menghadap pintu. Alaskan tempat itu dengan karpet, siapkan alarm untuk menghitung waktu hukuman.

Saran : jangan tempatkan daerah hukuman ini di tempat yang mudah dilihat atau di depan pintu, supaya jangan merusak harga diri sang anak. Jangan hukum anak terlalu lama, justri malah akan membuat anak semakin nakal. Setelah dihukum, tanyalah kepada anak apa mereka tahu mengapa mereka dihukum, agar mereka mengerti alasannya.

7. Baca buku atau menulis

Contoh kasus : berbohong, melakukan kekerasan

Cara : Pilihlah area hukuman yang ditutup karpet dengan meja kecil. Lalu siapkan pensil, kertas, pensil warna dan buku cerita. Biarkan anak pertama menulis atau membaca buku untuk mengatasi emosinya

Saran : bila kamu sedang melakukan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan, kamu bisa lebih dulu memanggil sang anak ke daerah hukuman untuk merenungkan kesalahannya. Jangan memarahi anak kecil, justru kamu bisa memisahkan mereka sendiri dan meredakan emosi mereka. Setelah emosinya lebih tenang, tanyakanlah akan kesalahannya dan apa maksudnya melakukan hal itu.

8. Tidak membereskan barang kesukaannya

Contoh kasus : Merengek, sembarangan membuang barang atau tidak mau membereskan mainan

Cara : jangan bantu anak membereskan mainan atau mengambil barang yang dibuangnya sebagai hukuman

Saran : tinggalkan dulu pekerjaanmu, kemudian datanglah ke samping anakmu, biarkan anakmu tahu kalau orang tua memperhatikannya. Bicaralah pada anakmu agar dia mengambil barang yang dibuangnya dan berhenti merengek, atau ia akan mendapatkan hukuman lain. Biarkan anakmu mengatakan apa kesalahan dan alasan mengapa orang tua bisa marah padanya.

9. Menyusun manik-manik

Contoh kasus : Terhadap anak yang tidak sabaran dan suka sembarangan membuang barang

Cara : Siapkan sebuah kotak, piring yang di dalamnya ada manik-manik dengan berbagai warna, kemudian siapkan beberapa botol plastik. Biarkan anakmu duduk di meja hukuman, kemudian memasukkan manik-manik dengan warna yang sama ke dalam botol masing-masing.

Saran : Kalau anak membangkang, kamu bisa melakukan hukuman lain sesuai dengan apa yang dia lakukan, bisa menghukumnya dengan hukuman berdiri atau hukuman duduk terlebih dahulu, baru melanjutkan hukumannya. Ini untuk melatih anakmu kesabaran dan kebiasaan untuk membereskan barang ke tempat asal. Selain itu juga bisa melatih mata dan tangan anak dan kemampuan membedakan. Setelah menyelesaikan hukuman, harus beritahu anak mengapa ia dihukum.

10. Membatasi anak akan kebebasan atau permintaannya

Contoh kasus : tidak suka sikat gigi, pilih-pilih makanan, sembarangan membuang barang

Cara : kamu bisa menghukum anak dengan membatasi dirinya untuk makan makanan kesukaannya atau main mainan kesukannya.

Saran : Jangan mengancam atau membentaknya, biarkan anakmu mengetahui alasan mengapa ia dihukum, agar di kemudian hari dia bisa mendapatkan kembali kebebasan dan permintaannya.

Nah sobat, sekarang kamu tahu kan bagaimana cara menghukum anak yang benar, yang mendidik dan membuat mereka mengerti apa kesalahannya.

Kunci utamanya sebenarnya adalah memiliki prinsip dan menguasai emosi.

Selain itu, para ahli juga mengatakan, di dalam pertumbuhan anak, tak bisa dipungkiri mereka bisa melakukan kesalahan, sengaja maupun tidak sengaja. Jadi harus perhatikan beberapa hal, untuk menghindari akibat yang berkepanjangan.

  1. Perhatikan keamanan anakmu, alat untuk menghukum jangan sampai terlalu keras dan menyakitinya.
  2. Selalu kuasai emosimu sendiri
  3. Daerah hukuman, carilah tempat yang tidak terlalu kelihatan, tidak menghadap pintu untuk menjaga harga diri sang anak
  4. Perhatikan kata-katamu, nada bicaramu, jangan sampai ada nada tinggi atau membentak, atau mengancamnya.
  5. Isi hukuman harus disesuaikan, jangan sampai sama sekali tidak ada toleransi.
  6. Setelah dihukum, perlu menenangkan dan menghibur sang anak. Biarkan dia tahu kalau mama papanya sangat peduli dan menyayanginya.

sumber : women club

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *