Hati-hati Bun! Seorang Anak Usia 10 Tahun Kehilangan Penglihatannya Karena Benda Ini!

Posted on

Seorang dokter mata di Wu Han, China menangani seorang anak kecil berusia 10 tahun karena anak ini kehilangan penglihatannya. Anak ini mengaku, “Teman-temanku main pen laser dan terkena mataku beberapa detik saja. Setelah itu tiba-tiba di depan mataku muncul bola hitam besar menutupi mataku, dan pandanganku semua langsung jadi hitam.” Dokter segera mengatur waktu untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya menunjukkan: mata kiri 1.2, mata kanan 0.2, ada bekas luka melingkar pada makula (bagian mata di tengah retina) di sebelah mata kanannya.

Adik kecil ini bernama Peng Peng adalah seorang siswa kelas 3 SD. Teman – teman sekelasnya membawa pen laser sebagai mainan dan berlomba pulpen laser siapa yang dapat menembakkan lasernya terjauh adalah pemenang. Peng Peng tertarik dengan permainan ini, pen laser tersebut tidak sengaja tertembak pada matanya ketika dia mengejar laser tersebut. Dia diam sejenak dan merasa mata kanannya muncul lingkaran hitam besar menutupi matanya. Hari ke 2, bintik hitam besar itu tetap tidak hilang dari matanya, barulah dia dengan takutnya memberitahu mamanya.

“Luka yang disebabkan oleh laser ke makula bersifat permanen, pengobatan sekarang tidak dapat mengobatinya,” begitulah penjelasan dokter pada ibunya. Pusat penglihatan tidak bisa dipulihkan kembali jika terluka. “Jika laser tertembak ke mata, makula adalah tempat pertama yang akan terluka.” Dokter menjelaskan, makula adalah pusat utama dari penglihatan manusia, dan juga adalah daerah yang sensitif dengan cahaya dan daerah terlemah. Luka seperti ini tidak dapat disembuhkan dengan operasi ataupun pengobatan alternatif. Prof. Li Zheng Jia dari Universitas Hua Zhong sebagai guru di bidang Sains dan Teknologi Optik dan Elektronik, sudah melakukan riset pengobatan alternatif menggunakan laser selama 40 tahun. Dia berkata kepada wartawan, jaringan mata pada anak-anak sangatlah halus, 1 miliwatt laser saja sudah bisa membakar pusat mata anak-anak.

Para orangtua harus hati-hati ya jika ingin membelikan mainan atau peralatan sekolah ke anak-anak!

Sumber: Cerpen

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *